Tiga situs di tiga provinsi berbeda menyimpan satu kesamaan: sisa sistem pemerintahan Tusi yang pernah mengatur China barat daya. Perjalanan ke sini bukan sekadar wisata sejarah, tetapi menyusuri lanskap politik yang jarang dibahas dalam tur mainstream.
Mengenal Situs Tusi
Tusi adalah sistem pemerintahan warisan dari dinasti Yuan, Ming, hingga Qing, di mana kaisar mengangkat kepala suku lokal dari etnis minoritas sebagai penguasa turun-temurun. Situs Tusi yang tercatat sebagai UNESCO pada 2015 terdiri dari tiga komponen: Hailongtun di Guizhou, Tangya di Hubei, dan Laosicheng di Hunan. Ketiganya menunjukkan bagaimana kekuasaan kekaisaran bernegosiasi dengan otonomi lokal melalui benteng, kantor administrasi, dan tata kota. Jangan bayangkan satu kota modern bernama Tusi — nama ini merujuk pada sistem politik, bukan satu destinasi tunggal.
Apa yang Membuat Situs Tusi Spesial

© Man Fong Wong
Yang membuat Situs Tusi istimewa adalah statusnya sebagai warisan serial yang tersebar. Tidak banyak situs UNESCO yang mengharuskanmu memahami tiga provinsi sekaligus untuk melihat satu kesatuan sejarah. Hailongtun mewakili kekuatan militer, Tangya mewakili birokrasi, dan Laosicheng mewakili pusat kekuasaan kerajaan. Melalui ketiganya, kamu bisa melihat bagaimana kaisar di Beijing mempertahankan kendali atas wilayah pegunungan yang jauh tanpa menghapus identitas etnis setempat. Ini adalah contoh langka dari hubungan antara kekaisaran dan komunitas lokal yang terekam dalam arsitektur.
Kehidupan Lokal dan Budaya Setempat
Di sekitar situs tinggal etnis Tujia, Miao, dan Gelao yang masih menjaga tradisi. Di Laosicheng, pola permukiman dikelilingi sawah dan hutan bambu, dan masyarakat Tujia di Xiangxi masih menenun xilankapu, kain brokat dengan motif geometris yang diwariskan turun-temurun. Rumah panggung kayu yang disebut diaojiaolou menjadi ciri khas arsitektur lokal; kolong rumah biasanya dipakai untuk menyimpan alat atau memelihara ternak. Saat festival, nyanyian rakyat dan tarian perang Tujia seperti baishouwu sering ditampilkan di area situs. Jangan heran jika kamu menjumpai penduduk yang menjual kerajinan tangan di dekat pintu masuk.
Cara Menuju Situs Tusi
Karena tiga komponennya terpisah jauh, kamu harus memilih satu titik masuk. Cara paling efisien adalah kereta cepat menuju kota penghubung, lalu lanjut dengan bus antar kota atau taksi lokal. Jangan mencoba mengunjungi semuanya dalam satu hari — jarak antarprovinsi bisa memakan waktu 6–8 jam.
| Opsi | Waktu Tempuh | Biaya | Cocok untuk |
|---|---|---|---|
| Kereta cepat dari Guiyang ke Zunyi | 1–1,5 jam | ¥80–120 | Menuju Hailongtun |
| Bus lokal dari Zunyi ke Hailongtun | 1–1,5 jam | ¥30–50 | Akses ke situs |
| Kereta cepat dari Wuhan ke Enshi | 3–4 jam | ¥150–250 | Menuju Tangya |
| Bus dari Enshi ke Xianfeng/Tangya | 2–3 jam | ¥60–90 | Akses ke situs |
| Kereta cepat dari Changsha ke Zhangjiajie | 2,5–3 jam | ¥100–150 | Menuju Laosicheng |
| Bus dari Zhangjiajie ke Yongshun/Laosicheng | 2–3 jam | ¥50–80 | Akses ke situs |
Apa yang Bisa Kamu Lakukan di Sini

© Man Fong Wong
Setiap komponen menawarkan pengalaman yang berbeda. Pilih sesuai minatmu.
Hailongtun — Benteng pegunungan dengan tembok batu besar dan sisa istana. Pendakian menuju puncak memakan waktu 1–2 jam, dengan pemandangan lembah yang luas. Cocok untuk kamu yang suka trekking ringan.
Tangya — Kompleks administrasi Tusi yang paling utuh, dengan gerbang, aula, dan bangunan kayu bergaya istana. Area ini relatif datar, sehingga lebih mudah dijelajahi. Perhatikan detail ukiran kayu di tiang dan jendela.
Laosicheng — Sisa ibu kota kerajaan Tusi dari klan Peng, kini berupa fondasi batu, jalan kuno, dan lapangan luas. Suasana tenang dan sepi, pas untuk membayangkan tata kota lama. Bawa kamera untuk menangkap hamparan rerumputan dan sisa tembok.
Baca juga: Kujataa Greenland: Lanskap Pertanian Warisan Dunia di Greenland Selatan
Museum dan Pusat Interpretasi — Di setiap situs ada museum kecil yang menampilkan artefak, diorama, dan penjelasan tentang sistem Tusi. Sempatkan 30–45 menit untuk membaca konteks sebelum berkeliling.
Referensi tambahan: lihat catatan perjalanan lain
Kuliner yang Wajib Dicoba
Kuliner di sekitar Situs Tusi sangat dipengaruhi oleh bahan lokal dan cara memasak tradisional. Berikut yang wajib kamu coba.
Baca juga: Hubei Shennongjia: Hutan Primer, Monyet Emas, dan Realita Perjalanan ke China
Suantang Yu (Ikan Asam) — Sup ikan dengan kuah asam pedas khas Guizhou, biasanya dimasak dengan tomat dan cabai. Nikmat disantap dengan nasi hangat, bisa ditemukan di restoran sekitar Zunyi.
Tudou Er (Kentang Tumbuk) — Kentang kukus yang ditumbuk lalu dicampur bumbu cabai, daun bawang, dan kadang daging cincang. Camilan jalanan yang murah dan mengenyangkan, banyak dijual di area Enshi.
La Rou (Daging Asap) — Daging babi yang diasap dengan kayu, menjadi lauk utama di rumah-rumah Xiangxi. Biasanya dikukus dengan sayuran atau digoreng bersama cabai kering. Rasanya kuat dan sedikit manis.
Youcha (Teh Minyak) — Minuman tradisional Tujia berbahan teh yang diseduh dengan kacang goreng, wijen, dan beras ketan. Sering disajikan sebagai sarapan atau hidangan penyambut tamu.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Waktu terbaik adalah April–Juni dan September–November. Musim semi membuat perbukitan hijau dan bunga bermekaran, sementara gugur memberikan suhu sejuk dan langit cerah. Juli–Agustus cenderung panas dan lembap, dengan hujan sore yang membuat jalur batu licin. Desember–Februari bisa sangat dingin, terutama di Hailongtun yang berada di ketinggian. Cuaca di pegunungan cepat berubah, jadi bawa jaket tipis dan sepatu anti selip.
Referensi tambahan: baca ulasan perjalanan lain
Durasi dan Estimasi Biaya

© Man Fong Wong
Untuk satu komponen, luangkan minimal 1–2 hari. Jika ingin menjelajah lebih tenang, 3 hari cukup untuk satu situs plus kota sekitarnya. Estimasi biaya harian ¥300–900 sudah termasuk transport lokal, makan 3 kali, tiket masuk, dan penginapan kelas menengah. Tiket masuk situs berkisar ¥60–120, dan penginapan di kota dekat situs mulai ¥150–400 per malam. Siapkan juga uang tunai untuk oleh-oleh dan transportasi kecil.
Tempat Lain di Sekitarnya
Jika punya waktu ekstra, beberapa tempat di dekat komponen situs bisa dikunjungi.
Zunyi Conference Site — Di kota Zunyi, sekitar 1 jam dari Hailongtun, ada lokasi bersejarah yang menjadi tonggak penting dalam sejarah Tiongkok modern. Cocok untuk memperdalam konteks perjalananmu.
Enshi Grand Canyon — Satu jam lebih dari Tangya, ngarai ini menawarkan trekking di antara tebing karst dan jembatan kaca. Kontras dengan suasana situs yang tenang.
Referensi tambahan: baca referensi tambahan
Fenghuang Ancient City — Dari Laosicheng, kota kuno di tepi sungai ini bisa dicapai dalam 2–3 jam. Arsitektur rumah panggungnya mirip dengan permukiman Tusi, tapi dengan suasana yang lebih ramai.
Apakah Situs Tusi Worth It?
Ya, untuk kamu yang tertarik sejarah dan budaya etnis Tiongkok, Situs Tusi memberi perspektif yang tidak ditemukan di destinasi populer. Tapi jangan berharap melihat bangunan megah seperti Istana Musim Panas — sebagian besar situs berupa reruntuhan dan fondasi. Jika waktu terbatas, pilih satu komponen saja dan nikmati suasana pedalaman China yang masih asli.