Mengenal Situs Tusi: Tiga Warisan UNESCO di China Barat Daya
Budaya China China

Mengenal Situs Tusi: Tiga Warisan UNESCO di China Barat Daya

Bukan satu kota, Situs Tusi adalah tiga komponen warisan dunia yang mengungkap sistem pemerintahan kepala suku di China barat daya.

10 September 2026 5 menit baca Hunan, Hubei, dan Guizhou, China
BudayaChinaSitus TusiUNESCO ChinaHailongtunTangyaLaosichengBudaya TusiChina barat dayaWisata sejarah
Ringkasan cepat
Negara
ChinaChina
Lokasi
Hunan, Hubei, dan Guizhou, China
Waktu terbaik
Apr–Jun, Sep–Nov
Durasi
1–3 hari
Budget
¥300–900
Transport
Kereta cepat ke Changsha/Enshi/Zunyi | bus/taksi lokal ke komponen situs
Budaya · China

Tiga situs di tiga provinsi berbeda menyimpan satu kesamaan: sisa sistem pemerintahan Tusi yang pernah mengatur China barat daya. Perjalanan ke sini bukan sekadar wisata sejarah, tetapi menyusuri lanskap politik yang jarang dibahas dalam tur mainstream.

Mengenal Situs Tusi

Tusi adalah sistem pemerintahan warisan dari dinasti Yuan, Ming, hingga Qing, di mana kaisar mengangkat kepala suku lokal dari etnis minoritas sebagai penguasa turun-temurun. Situs Tusi yang tercatat sebagai UNESCO pada 2015 terdiri dari tiga komponen: Hailongtun di Guizhou, Tangya di Hubei, dan Laosicheng di Hunan. Ketiganya menunjukkan bagaimana kekuasaan kekaisaran bernegosiasi dengan otonomi lokal melalui benteng, kantor administrasi, dan tata kota. Jangan bayangkan satu kota modern bernama Tusi — nama ini merujuk pada sistem politik, bukan satu destinasi tunggal.

Apa yang Membuat Situs Tusi Spesial

© Man Fong Wong

Yang membuat Situs Tusi istimewa adalah statusnya sebagai warisan serial yang tersebar. Tidak banyak situs UNESCO yang mengharuskanmu memahami tiga provinsi sekaligus untuk melihat satu kesatuan sejarah. Hailongtun mewakili kekuatan militer, Tangya mewakili birokrasi, dan Laosicheng mewakili pusat kekuasaan kerajaan. Melalui ketiganya, kamu bisa melihat bagaimana kaisar di Beijing mempertahankan kendali atas wilayah pegunungan yang jauh tanpa menghapus identitas etnis setempat. Ini adalah contoh langka dari hubungan antara kekaisaran dan komunitas lokal yang terekam dalam arsitektur.

Kehidupan Lokal dan Budaya Setempat

Di sekitar situs tinggal etnis Tujia, Miao, dan Gelao yang masih menjaga tradisi. Di Laosicheng, pola permukiman dikelilingi sawah dan hutan bambu, dan masyarakat Tujia di Xiangxi masih menenun xilankapu, kain brokat dengan motif geometris yang diwariskan turun-temurun. Rumah panggung kayu yang disebut diaojiaolou menjadi ciri khas arsitektur lokal; kolong rumah biasanya dipakai untuk menyimpan alat atau memelihara ternak. Saat festival, nyanyian rakyat dan tarian perang Tujia seperti baishouwu sering ditampilkan di area situs. Jangan heran jika kamu menjumpai penduduk yang menjual kerajinan tangan di dekat pintu masuk.

Cara Menuju Situs Tusi

Karena tiga komponennya terpisah jauh, kamu harus memilih satu titik masuk. Cara paling efisien adalah kereta cepat menuju kota penghubung, lalu lanjut dengan bus antar kota atau taksi lokal. Jangan mencoba mengunjungi semuanya dalam satu hari — jarak antarprovinsi bisa memakan waktu 6–8 jam.

Opsi Waktu Tempuh Biaya Cocok untuk
Kereta cepat dari Guiyang ke Zunyi 1–1,5 jam ¥80–120 Menuju Hailongtun
Bus lokal dari Zunyi ke Hailongtun 1–1,5 jam ¥30–50 Akses ke situs
Kereta cepat dari Wuhan ke Enshi 3–4 jam ¥150–250 Menuju Tangya
Bus dari Enshi ke Xianfeng/Tangya 2–3 jam ¥60–90 Akses ke situs
Kereta cepat dari Changsha ke Zhangjiajie 2,5–3 jam ¥100–150 Menuju Laosicheng
Bus dari Zhangjiajie ke Yongshun/Laosicheng 2–3 jam ¥50–80 Akses ke situs

Apa yang Bisa Kamu Lakukan di Sini

© Man Fong Wong

Setiap komponen menawarkan pengalaman yang berbeda. Pilih sesuai minatmu.

Hailongtun — Benteng pegunungan dengan tembok batu besar dan sisa istana. Pendakian menuju puncak memakan waktu 1–2 jam, dengan pemandangan lembah yang luas. Cocok untuk kamu yang suka trekking ringan.

Tangya — Kompleks administrasi Tusi yang paling utuh, dengan gerbang, aula, dan bangunan kayu bergaya istana. Area ini relatif datar, sehingga lebih mudah dijelajahi. Perhatikan detail ukiran kayu di tiang dan jendela.

Laosicheng — Sisa ibu kota kerajaan Tusi dari klan Peng, kini berupa fondasi batu, jalan kuno, dan lapangan luas. Suasana tenang dan sepi, pas untuk membayangkan tata kota lama. Bawa kamera untuk menangkap hamparan rerumputan dan sisa tembok.

Museum dan Pusat Interpretasi — Di setiap situs ada museum kecil yang menampilkan artefak, diorama, dan penjelasan tentang sistem Tusi. Sempatkan 30–45 menit untuk membaca konteks sebelum berkeliling.

Kuliner yang Wajib Dicoba

Kuliner di sekitar Situs Tusi sangat dipengaruhi oleh bahan lokal dan cara memasak tradisional. Berikut yang wajib kamu coba.

Suantang Yu (Ikan Asam) — Sup ikan dengan kuah asam pedas khas Guizhou, biasanya dimasak dengan tomat dan cabai. Nikmat disantap dengan nasi hangat, bisa ditemukan di restoran sekitar Zunyi.

Tudou Er (Kentang Tumbuk) — Kentang kukus yang ditumbuk lalu dicampur bumbu cabai, daun bawang, dan kadang daging cincang. Camilan jalanan yang murah dan mengenyangkan, banyak dijual di area Enshi.

La Rou (Daging Asap) — Daging babi yang diasap dengan kayu, menjadi lauk utama di rumah-rumah Xiangxi. Biasanya dikukus dengan sayuran atau digoreng bersama cabai kering. Rasanya kuat dan sedikit manis.

Youcha (Teh Minyak) — Minuman tradisional Tujia berbahan teh yang diseduh dengan kacang goreng, wijen, dan beras ketan. Sering disajikan sebagai sarapan atau hidangan penyambut tamu.

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Waktu terbaik adalah April–Juni dan September–November. Musim semi membuat perbukitan hijau dan bunga bermekaran, sementara gugur memberikan suhu sejuk dan langit cerah. Juli–Agustus cenderung panas dan lembap, dengan hujan sore yang membuat jalur batu licin. Desember–Februari bisa sangat dingin, terutama di Hailongtun yang berada di ketinggian. Cuaca di pegunungan cepat berubah, jadi bawa jaket tipis dan sepatu anti selip.

Durasi dan Estimasi Biaya

© Man Fong Wong

Untuk satu komponen, luangkan minimal 1–2 hari. Jika ingin menjelajah lebih tenang, 3 hari cukup untuk satu situs plus kota sekitarnya. Estimasi biaya harian ¥300–900 sudah termasuk transport lokal, makan 3 kali, tiket masuk, dan penginapan kelas menengah. Tiket masuk situs berkisar ¥60–120, dan penginapan di kota dekat situs mulai ¥150–400 per malam. Siapkan juga uang tunai untuk oleh-oleh dan transportasi kecil.

Tempat Lain di Sekitarnya

Jika punya waktu ekstra, beberapa tempat di dekat komponen situs bisa dikunjungi.

Zunyi Conference Site — Di kota Zunyi, sekitar 1 jam dari Hailongtun, ada lokasi bersejarah yang menjadi tonggak penting dalam sejarah Tiongkok modern. Cocok untuk memperdalam konteks perjalananmu.

Enshi Grand Canyon — Satu jam lebih dari Tangya, ngarai ini menawarkan trekking di antara tebing karst dan jembatan kaca. Kontras dengan suasana situs yang tenang.

Fenghuang Ancient City — Dari Laosicheng, kota kuno di tepi sungai ini bisa dicapai dalam 2–3 jam. Arsitektur rumah panggungnya mirip dengan permukiman Tusi, tapi dengan suasana yang lebih ramai.

Kesimpulan Borders Within

Apakah Situs Tusi Worth It?

Ya, untuk kamu yang tertarik sejarah dan budaya etnis Tiongkok, Situs Tusi memberi perspektif yang tidak ditemukan di destinasi populer. Tapi jangan berharap melihat bangunan megah seperti Istana Musim Panas — sebagian besar situs berupa reruntuhan dan fondasi. Jika waktu terbatas, pilih satu komponen saja dan nikmati suasana pedalaman China yang masih asli.