Sehari dari Amman, As‑Salt menyuguhkan kota berarsitektur batu kunyang yang hidup dalam harmoni toleransi.
Kota ini baru masuk UNESCO pada 2021, menjadikannya destinasi urban yang jarang terjamah.
Mengenal As‑Salt
As‑Salt terletak di provinsi Balqa, Yordania, sekitar 30 km barat daya Amman. Didirikan pada abad ke‑12 Masehi, kota ini pernah menjadi pusat perdagangan penting pada masa Ottoman, sehingga banyak rumah pedagang berarsitektur batu kuning yang masih terjaga. Dengan populasi sekitar 30.000 jiwa, As‑Salt mempertahankan suasana kota kecil namun penuh dinamika urban, di mana alun‑alun utama dikelilingi oleh pasar tradisional, masjid bersejarah, dan benteng yang mengawasi lembah sekitarnya.
Apa yang Membuat As‑Salt Spesial

© Francesco Ungaro
Keistimewaan As‑Salt terletak pada kombinasi tiga elemen: status UNESCO sebagai “Tempat Toleransi dan Keramahtamahan Urban”, arsitektur batu kuning yang teratur membentuk pola jalan berbentuk segitiga, serta tradisi koeksistensi antara komunitas Muslim, Kristen, dan minoritas Druze yang telah berlangsung berabad‑abad. Tidak seperti situs arkeologi yang “beku”, kota ini tetap hidup, sehingga pengunjung dapat merasakan interaksi sosial yang otentik sambil menikmati latar historis yang terjaga.
Kehidupan Lokal dan Budaya Setempat
Warga As‑Salt terkenal dengan tradisi “sahra” – pertemuan sore di kedai teh untuk berdiskusi tentang politik, sastra, atau sekadar menukar cerita. Makanan khas yang sering disajikan di sahra meliputi mansaf dengan kuah yoghurt kental, serta zarb yang dimasak dalam lubang tanah. Di pasar Al‑Madina, Anda dapat menemukan kerajinan tangan berupa anyaman bambu “sadu” yang dipakai untuk menutup jendela tradisional, serta perhiasan perak “khamsa” yang melambangkan perlindungan. Setiap Jumat, masjid Al‑Mujahideen menggelar ceramah terbuka yang dihadiri lintas agama, menegaskan nilai toleransi yang menjadi identitas kota.
Baca juga: Yakushima
Cara Menuju As‑Salt
Berangkat dari Amman, ada beberapa pilihan transportasi yang dapat disesuaikan dengan budget dan kenyamanan.
| Opsi | Waktu Tempuh | Biaya | Cocok untuk |
|---|---|---|---|
| Bus umum | 45 menit | JOD 2‑3 | Pelancong dengan anggaran terbatas |
| Taksi | 30 menit | JOD 8‑12 | Kelompok kecil yang menginginkan fleksibilitas |
| Mobil sewaan | 35 menit | JOD 25‑35 per hari | Pengunjung yang ingin menjelajah sekitar |
| Jalur warisan jalan kaki | – | Gratis | Petualang yang suka merasakan atmosfer kota |
Apa yang Bisa Kamu Lakukan di Sini

© u h
Jelajahi Al‑Mansour Castle – Benteng abad ke‑19 yang menawarkan pemandangan panorama lembah Jordan dan kota As‑Salt. Berjalan di Jalur Warisan – Rute kaki sepanjang 2 km yang menghubungkan pasar, rumah pedagang, dan tangga batu, memungkinkan Anda membaca detail fasad berwarna kuning. Kunjungi Pasar Al‑Madina – Tempat terbaik untuk mencicipi kurma lokal, rempah‑rempah, dan membeli kerajinan sadu. Masuki Masjid Al‑Mujahideen – Bangunan dengan kubah berlapis batu yang menampilkan kaligrafi Arab klasik, sekaligus menjadi pusat dialog lintas agama. Naik ke Bukit Al‑Qasr – Spot foto populer dengan latar belakang kota tua dan pegunungan di kejauhan. Ikuti Tur Kuliner Malam – Panduan lokal mengantar Anda ke kedai teh yang menyajikan manisan “halva” sambil mendengarkan cerita sejarah kota.
Kuliner yang Wajib Dicoba
Mansaf – Hidangan nasional Yordania yang terbuat dari daging domba rebus dalam kuah yoghurt kental, disajikan di atas nasi atau bulgur, dan dihias dengan kacang almond panggang. Cara memakannya: gunakan tangan kanan, ambil sepotong roti “shr” lalu celupkan ke dalam kuah. Zarb – Daging (biasanya kambing) dan sayuran yang dimasak dalam lubang tanah berisi bara, menghasilkan rasa asap yang khas. Biasanya disajikan di atas piring besar untuk dibagi bersama. Knafeh Yordania – Pencuci mulut berbasis keju manis yang ditaburi dengan sirup gula mawar, disajikan hangat dengan taburan pistachio. Sambousek – Pastri goreng berisi daging cincang berbumbu, cocok dinikmati bersama teh hitam “shai”.
Baca juga: Kota Tua Kuldīga
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Mar‑Mei: Suhu nyaman 15‑25 °C, bunga liar bermekaran di lereng sekitar, ideal untuk berjalan kaki. Sep‑Nov: Cuaca masih hangat namun tidak terlalu terik, dan festival budaya lokal biasanya diadakan pada bulan Oktober. Musim panas (Jun‑Aug) sangat panas, suhu dapat mencapai 35 °C, membuat aktivitas luar ruangan melelahkan. Musim dingin (Des‑Feb) berpotensi hujan ringan, jalan berbatu bisa licin.
Durasi dan Estimasi Biaya

© Samir Smier
Ideal: 0,5‑1 hari. Estimasi biaya harian: JOD 30‑100, meliputi transportasi pulang‑pergi, makan tiga kali, tiket masuk benteng, dan souvenir kecil.
Tempat Lain di Sekitarnya
Ajloun Castle – Benteng abad ke‑12 yang terletaknya di atas bukit, menawarkan pemandangan hutan pinus dan sejarah militer Ottoman. Jerash – Kota Romawi yang terpelihara dengan amfiteater, kolonnade, dan pasar kuno, berjarak sekitar 45 km utara As‑Salt. Al‑Mafraq – Desa pertanian dengan kebun zaitun tua, cocok untuk melihat kehidupan pedesaan Yordania.
Baca juga: Kota Resor Musim Dingin Nice
Apakah As‑Salt Worth It?
Ya, As‑Salt menawarkan pengalaman urban otentik yang jarang ditemukan di destinasi turis mainstream. Namun, keterbatasan fasilitas wisata modern dan jam operasional tempat bersejarah dapat menjadi tantangan bagi pelancong yang menginginkan kenyamanan penuh.