Quanzhou: Menelusuri Jejak Emporium Dunia di Jalur Sutra Maritim China
Budaya China China

Quanzhou: Menelusuri Jejak Emporium Dunia di Jalur Sutra Maritim China

Jelajahi denyut nadi sejarah maritim dan warisan multikultural Quanzhou, kota pelabuhan yang pernah menjadi pusat perdagangan dunia.

🗓 10 Juli 2026 5 menit baca 📍 Fujian, China
BudayaChinaQuanzhouUNESCOMaritime Silk RoadFujianSong YuanSejarah MaritimKota Tua
📋 Ringkasan cepat
🌏
Negara
ChinaChina
📍
Lokasi
Fujian, China
🗓
Waktu terbaik
Okt–Apr
Durasi
1–2 hari
💰
Budget
¥300–900
🚆
Transport
Kereta cepat ke Quanzhou | bus/taksi lokal | jalan kaki di kota lama
✈ Budaya · China

Terletak di pesisir tenggara China, Quanzhou menyimpan kisah kejayaan masa lalu yang kini diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Mengenal Quanzhou

Quanzhou adalah sebuah kota di provinsi Fujian, China, yang pernah menjadi salah satu pelabuhan maritim terbesar dan tersibuk di dunia selama Dinasti Song (960-1279) dan Yuan (1271-1368). Dikenal sebagai Zayton oleh para pedagang asing pada masa itu, kota ini merupakan titik krusial dalam jaringan Jalur Sutra Maritim, menghubungkan China dengan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan bahkan Eropa. Pengakuan UNESCO pada tahun 2021 sebagai "Quanzhou: Emporium of the World in Song-Yuan China" menegaskan kembali signifikansinya sebagai pusat perdagangan global dan peleburan budaya.

Apa yang Membuat Quanzhou Spesial

© Man Fong Wong

Keistimewaan Quanzhou terletak pada jejak sejarahnya yang masih sangat terasa di tengah geliat kota modern. Berbeda dengan banyak kota Tiongkok yang mengalami perombakan total, Quanzhou berhasil mempertahankan sebagian besar warisan fisiknya yang terkait dengan masa kejayaan maritimnya. Situs-situs yang terdaftar dalam UNESCO bukan sekadar monumen mati, melainkan bukti nyata dari sebuah ekosistem perdagangan dan interaksi budaya yang dinamis. Keberadaan berbagai tempat ibadah dari agama yang berbeda, peninggalan pelabuhan, serta infrastruktur pendukung perdagangan di masa lalu memberikan gambaran unik tentang bagaimana sebuah kota pelabuhan dapat menjadi melting pot peradaban.

Kehidupan Lokal dan Budaya Setempat

Kehidupan di Quanzhou masih kental dengan nuansa kota pelabuhan tradisional, meskipun modernitas terus merambah. Anda akan menemukan banyak pedagang kaki lima yang menjual seafood segar hasil tangkapan nelayan lokal, sebuah tradisi yang tak lekang oleh waktu. Kebiasaan minum teh Gongfu Cha masih bertahan kuat, seringkali dilakukan di kedai-kedai kecil yang ramai oleh penduduk setempat. Jangan lewatkan pula kesempatan untuk mencicipi mian xian (mie kuah kental) atau tiaozi mian (mie tarik) yang menjadi santapan sehari-hari. Pengaruh budaya dari para pedagang asing yang pernah singgah juga meninggalkan jejak, terlihat dari keberadaan kuil-kuil tua seperti Masjid Qingjing yang menjadi saksi bisu keragaman agama di masa lalu.

Cara Menuju Quanzhou

Akses utama ke Quanzhou adalah melalui transportasi udara atau kereta api. Dari kota-kota besar di Tiongkok seperti Beijing, Shanghai, atau Guangzhou, Anda dapat terbang langsung ke Bandara Quanzhou Jinjiang (JJN). Alternatif lain yang sangat populer adalah menggunakan kereta cepat, yang menghubungkan Quanzhou dengan berbagai kota besar lainnya di China. Setelah tiba di stasiun kereta atau bandara, Anda bisa menggunakan taksi atau bus lokal untuk mencapai pusat kota atau area wisata.

Opsi Waktu Tempuh Biaya Cocok untuk
Pesawat ke Bandara Quanzhou Jinjiang (JJN) ~2-4 jam dari kota besar ¥500 - ¥1500+ Wisatawan domestik & internasional
Kereta Cepat ke Stasiun Quanzhou ~3-10 jam dari kota besar ¥300 - ¥900+ Wisatawan yang ingin menikmati pemandangan & kenyamanan
Taksi/Bus Lokal dari Bandara/Stasiun 30-60 menit ¥20 - ¥100 Semua tipe wisatawan
Jalan Kaki di Kota Tua Sesuai rute Gratis Menjelajahi area spesifik

Apa yang Bisa Kamu Lakukan di Sini

© Man Fong Wong

Kaiyuan Temple: Jelajahi kompleks kuil Buddha terbesar di Fujian ini, yang didirikan pada masa Dinasti Tang. Perhatikan dua pagoda batu yang ikonik, Pagoda Sakyamuni dan Pagoda Quanfeng, yang menjadi landmark kota.

Tianshan Mosque (Masjid Qingjing): Kunjungi salah satu masjid tertua di China, peninggalan dari masa kejayaan Islam di Quanzhou saat Jalur Sutra Maritim. Arsitekturnya memadukan gaya Islam dan Tiongkok.

Museum Maritim Jalur Sutra Quanzhou: Museum ini menampilkan artefak dan informasi mendalam tentang peran Quanzhou sebagai pusat perdagangan global di masa lalu, termasuk model kapal dan temuan arkeologi bawah laut.

Jembatan Luoyang: Salah satu jembatan kuno yang terdaftar dalam UNESCO, jembatan batu sepanjang 2,5 kilometer ini dulunya merupakan jalur vital bagi perdagangan dan transportasi.

Gedung Kantor Perdagangan Song dan Yuan (misalnya, situs Deji Gate): Jelajahi sisa-sisa infrastruktur yang mendukung aktivitas perdagangan, seperti gerbang kota tua dan situs pelabuhan kuno yang menunjukkan skala aktivitas maritim masa lalu.

Jalan Tua di Kota Tua Quanzhou: Berjalan-jalan santai di antara bangunan-bangunan bersejarah, toko-toko kerajinan, dan kedai makanan lokal di area kota tua yang masih terjaga otentisitasnya.

Kuliner yang Wajib Dicoba

Zongzi Quanzhou: Berbeda dari zongzi di daerah lain, zongzi Quanzhou seringkali berisi nasi ketan yang dibungkus daun pandan dengan isian daging babi, jamur, dan udang kering. Rasanya gurih dan aromatik.

Mian Xian (Mie Kuah Kental): Hidangan mie yang disajikan dalam kuah kental kaya rasa, biasanya ditambahkan dengan seafood atau daging. Tekstur mienya lembut dan sangat cocok disantap saat cuaca dingin.

Tiaozi Mian (Mie Tarik): Mie segar yang ditarik langsung oleh pembuatnya, disajikan dengan berbagai macam topping seperti daging sapi, sayuran, atau seafood. Tekstur kenyal dan rasa kaldu yang lezat menjadi ciri khasnya.

Seafood Segar: Sebagai kota pelabuhan, Quanzhou menawarkan aneka hidangan laut segar. Anda bisa menemukannya di restoran-restoran tepi laut atau pasar tradisional, disajikan dengan cara dikukus, digoreng, atau dibakar.

Shacha Sauce: Saus khas Quanzhou yang terbuat dari bawang putih, cabai, minyak wijen, dan rempah-rempah lainnya. Sering digunakan sebagai bumbu cocolan untuk seafood atau sebagai bahan dasar sup.

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Waktu terbaik untuk mengunjungi Quanzhou adalah antara bulan Oktober hingga April. Periode ini menawarkan cuaca yang lebih sejuk dan kering, sangat nyaman untuk menjelajahi situs-situs bersejarah di luar ruangan. Hindari bulan-bulan musim panas (Juni-Agustus) karena cuaca bisa sangat panas, lembap, dan sering terjadi hujan lebat serta potensi topan.

Durasi dan Estimasi Biaya

© Man Fong Wong

Untuk menjelajahi situs-situs utama yang terdaftar sebagai UNESCO dan merasakan atmosfer kota tua, 1 hingga 2 hari sudah cukup. Estimasi biaya harian berkisar antara ¥300 hingga ¥900 per orang. Biaya ini mencakup akomodasi standar, makan tiga kali sehari di restoran lokal, transportasi dalam kota (taksi/bus), serta tiket masuk ke beberapa atraksi utama.

Tempat Lain di Sekitarnya

Xiamen: Kota pesisir yang lebih modern dan populer, berjarak sekitar 1 jam perjalanan kereta cepat dari Quanzhou. Terkenal dengan Pulau Gulangyu yang indah dan arsitektur kolonialnya.

Fuzhou: Ibu kota Provinsi Fujian, berjarak sekitar 2 jam perjalanan kereta cepat. Menawarkan perpaduan antara situs bersejarah, taman kota, dan kuliner khas Min.

Putuo Village: Sebuah desa pegunungan yang tenang di dekat Quanzhou, menawarkan pemandangan alam dan suasana spiritual yang berbeda.

⚑ Kesimpulan Borders Within

Apakah Quanzhou Worth It?

Ya, Quanzhou sangat worth it bagi Anda yang tertarik pada sejarah maritim dan warisan budaya yang otentik. Kota ini menawarkan pengalaman mendalam tentang Jalur Sutra Maritim yang jarang ditemukan di tempat lain. Namun, perlu diingat bahwa infrastruktur pariwisata di luar situs-situs utama mungkin belum semaju kota-kota besar lainnya di China.